Ketika Kita Tidak Mau Dipimpin

Tidak mau dipimpin, itulah yang saya lihat dari orang-orang yang besar negeri ini mereka hanya ingin memimpin tetapi untuk dipimpin mereka tidak mau, justru menghancurkan pemimpinnya dari dalam, pemimpinnya pun tidak mau memimpin sehingga dia hanya sibuk untuk kelompok mereka sendiri-sendiri, bisa dibilang mereka hanya memikirkan citra kelompok masing-masing, kepentingan rakyat hanya menjadi urutan terakhir yang dipikirkan.

Padahal mereka adalah orang-orang yang duduk dalam satu manajemen yaitu negara yang seharusnya bersama-sama berpegangan tangan untuk memajukan Indonesia dan memikirkan nasib rakyat yang telah mempercayakan negara ini untuk mereka urus. Tetapi mereka kayaknya mereka tidak mau berjalan bersama, saling menyerang satu sama lian, padahal prilaku mereka justru menggantung nasib rakyat.

Setidaknya mereka adalah orang yang terbiasa berorganisasi jadi mareka tahu kebersamaan diperlukan untuk membangun sebuah organisasi terlepas dari setiap perbedaan yang ada, tetapi prilaku ini sepertinya tidak mereka bawa pada pemerintahan. Tetapi apa daya rakyat biasa hanya bisa berharap pada kucing dalam karung yang dipilih, saya sendiri sudah menebak siapa dan dari mana calon-calon yang akan memimpin saya pada periode berikutnya, bisa dibilang kita bebas memilih tetapi memilih orang-orang yang sudah ditentukan oleh politik yang bobrok.

Saya sangat senang melihat begitu banyak orang yang ingin menjadi abdi rakyat, tetapi ada pertanyaan dalam diri apa masud mereka begitu ngotot ingin memimpin negara, dan ada keraguan dalam hati apakah mereka benar-benar berhati tulus untuk membawa negara kearah lebih baik atau hanya untuk mendapat harta dan tahta yang begitu menggoda.

 Sayangnya kita hanya dapat memilih orang-orang yang sudah disaring oleh oknum politikus sehingga bisa dibilang orang-orang yang akan kita pilh adalah pilihan mereka yang siap membela kelompok mereka bukan untuk memimpin kita. Dan ketika kalah mereka bukan sama-sama membangun tetapi justru saling serang, sedangkan yang menang mereka sibuk dengan kepentingan kelompok dan menjaga nama baik mereka sendiri.

Pada pemilu kedepan kita bukan hanya butuh orang yang siap mempimpin tetapi juga siap dipimpin ketika mereka tidak terpilih menjadi pemimpin, bukan orang-orang yang hanya ingin memimpin dan menjatuhkan orang yang meimpin mereka atau pemimpin yang hanya menjaga dari serangan orang lain tanpa memikirkan kewajiban mereka yaitu membawa negara ini kearah yang lebih baik.

Negara Indonesia adalah milik kita semua, sepatutnya kita saling berpegang tangan untuk jalan bersama, persaingan dalam memperebutkan tahta yang ada adalah wajar dimana tidak semua orang bisa memimpin, tetapi sekali lagi jika ingin menjadi calon pemimpin maka anda harus siap meimpin dan juga untuk dipimpin.

No comments:

Post a Comment