Analisis Fundamental

Secara umum analisis fundamental merupakan suatu proses yang memerlukan waktu yang lama dengn menyelidiki keadaan ekonomi, politik, sosial, industri dan laporan-laporan keuangan perusahaan. Analisis ini digunakan untuk membuat keputusan tentang saham apa saja yang perlu kita investasikan. Analisis ini tidak dapat membantu kita menentukan waktu yang tepat untuk memasuki ataupun keluar dari pasar saham, sebagaimana dapat dilakukan dengn menggunakan analisis teknikal.

Analisis fundamental adalah aktivitas meneliti kondisi keuangan untuk mengetahui lebih baik tentang operasi perusahaan yang mengeluarkan saham. Analisis fundamental mencoba memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan (J.P Sitanggang dan Ariesta 2005:4 dalam Siera Juwenda 2007: 14):

  • Mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang.
  •  Menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. 

Secara umum, analisis fundamental ini melibatkan banyak sekali variabel data yang harus dianalisa, dimana beberapa di antara variabel tersebut yang cukup penting untuk diperhatikan yaitu :
  • Pertumbuhan pendapatan (revenue growth)
  • Rasio laba terhadap saham yang beredar ( earning per share-EPS)
  • Rasio pertumbuhan EPS
  • Rasio harga saham terhadap laba perlembar saham (price earning ratio)
  • Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan ( price earning growth ratio)
  • Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)
  • Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)
  • Rasio hutang perseroan ( debt ratio)
  • Margin pendapatan bersih (net profit margin)
Menurut Kamaruddin Ahmad (2004:81) penelitian dalam bentuk fundamental atau basic dalam menentukan nilai surat berharga. Analisis ini mempelajari brosur atau data-data industry perusahaan, penjualan, kekayaan, pendapatan, produk, dan penyerapan pasar, evaluasi menajemen, perusahaan, membandingkan dengan pesaingnya, dan memperkirakan nilai intrinsik dari saham perusahaan tersebut. Atau mempelajari hubungan harga saham dengan kondisi perusahaan
Dalam analisis fundamental terdapat dua pendekatan yang biasanya dilakukan, pertama pendekatan top down, yang merupakan pendekatan yang dimulai dari tingkatan makro ekonomi kemudian situasi dan pertumbuhan industri dan terakhir adalah situasi dan pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Pendekatan yang kedua adalah button up yang kebalikan dari top down, merupakan pendekatan yang dimulai dari tingkat mikro (perusahaan) yang kemudian berkembang kepada analisa industri dan baru yang terakhir adalah analisis makro ekonomi (Rodoni, & Hamid 2010)

No comments:

Post a Comment