Agency Theory

The Theory of Incentives: The Principal-Agent ModelTeori ini dikemukakan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976. Teori agency menurut Handono Mardiyanto (2009:263) ketidakselarasan kepentingan antara pemilik perusahaan dan kreditor.
Teori agensi (Home 1995 dalam Hasa Nurrohim Kp, 2008) adalah suatu teori yang menjelaskan adanya pertentangan posisi antara manajemen (sebagai agen) dengan pemegang saham (sebagai pemilik).
 Para pemegang saham berharap agar agen akan bertindak atas kepentingan mereka sehingga perusahaan dapat meningkatkan nilainya, sekaligus memberikan keuntungan kepada pemegang saham. Untuk melakukan fungsinya dengan baik, maka manajemen harus diberikan insentif yang memadai, dan juga sekaligus pengawasan yang baik. Pengawasan dapat dilakukan melalui cara-cara seperti pengikatan agen, pemeriksaan laporan keuangan, dan pembatasan terhadap keputusan yang dapat diambil manajemen. Kegiatan pengawasan tentu saja membutuhkan biaya, biaya ini disebut dengan biaya agensi. Biaya yang timbul pasti merupakan tanggungan pemegang saham. 
Agency cost is cost associated with monitoring management to ensure that it behaves in ways consistent with the firm’s contractual agreements with creditors and shareholders (Van Horne and Wachowicz, 2001:476).
Agency costs is conflicts of interest arise between stockholders and bondholders when a firm has debt, because of this stockholders are tempted to pursue selfish strategies. These conflicts of interest which are magnified when financial distress is incurred (Ross, 2006:438).
Adapun secara singkat, agency cost merupakan penjumlahan dari:
Biaya monotoring dari principal, dimana principal akan menyediakan dana untuk meminimalkan penyimpangan dari agent.
Bonding expenditure dari agent, dimana agent akan dikenakan biaya sebagai pertnggungjawaban atas apa yang telah diputuskannya.
Residual loss, biaya yang disiapkan dari kemungkinan kerugian. Karena pada dasarnya tidak mungkin bagi principal, at zero cost memastikan bahwa agent akan mengambil keputusan optimal seperti yang diharapkan principal.

No comments:

Post a Comment