Pengaruh Stock Split

Ø Pengaruh stock split terhadap harga saham
Pada umumnya stock split dilakukan setelah terjadi kenaikan harga saham. Menurut pandangan perusahaan, stock split tersebut diharapkan memberikan reaksi pasar positif terhadap stock price. Selama stock split, nilai nominal saham menjadi lebih rendah mengikuti split faktornya. Penurunan nilai nominal diharapkan
akan diikuti dengan penurunan harga saham ketingkat perdagangan optimal. Fatmawati dan Asri (1999) dalam Susanti (2005) berpendapat bahwa sebagian besar perusahaan melakukan stock split dengan maksud agar harga saham berada pada optimal  trading range sehingga dapat meningkatkan likuiditas pemegang saham. Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa sesudah stock split harga saham cenderung turun untuk kemudian naik kembali.


Menurut Brigham & Houston, 2006 Pengaruh stock split pada harga saham:
·      Rata-rata harga saham sebuah perusahaan akan naik tidak  berapa lama setelah perusahaan mengumumkan stock split.
·      Jika sebuah perusahaan mengumumkan adanya pemecahan saham, harga sahamnya cenderung akan naik. Namun jika selama beberapa bulan ke depan perusahaan tidak mengumumkan adanya kenaikan laba, maka harga sahamnya akan kembali jatuh ketingkat sebelumnya.
·      Kenaikan harga lebih disebabkan oleh adanya fakta bahwa para investor memperlakukan pemecahan saham sebagai suatu pertanda adanya laba masa depan yang lebih tinggi daripada adanya keinginan untuk pemecahan saham. Karena yang cenderung akan memecahkan saham adalah manajemen yang berfikiran keadaan terlihat baik, maka pengumuman akan adanya pemecahan saham dianggap sebagai suatu tanda bahwa laba kemungkinan besar akan naik. Jadi, kenaikan harga yang dikaitkan dengan pemecahan saham kemungkinan merupakan akibat dari sinyal-sinyal akan adanya prospek laba dan dividen yang menguntungkan, dan bukannya karena minat atas pemecahan saham itu sendiri.
·      Komisi pialang biasanya secara persentase dibebankan lebih tinggi pada saham-saham yang berharga rendah. Hal ini artinya memperjualbelikan saham-saham berharga rendah ternyata lebih mahal daripada saham-saham berharga tinggi, dan hal ini selanjutnya memiliki arti bahwa pemecahan saham dapat mengurangi likuiditas saham sebuah perusahaan. Bukti ini menunjukkan bahwa pemecahan saham pada kenyataannya dapat berbahaya meskipun harga yang lebih rendah memang berarti lebih banyak investor yang mampu membeli lot lengkap (100 lembar saham) yang menanggung biaya komisi yang lebih rendah daripada lot ganjil (kurang dari 100 lembar saham).
Ø Pengaruh stock split terhadap volume perdagangan
Stock split dapat mempengaruhi volume perdagangan dan jumlah pemegang saham yang dalam hal ini adalah semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena jika harga saham yang ditawarkan tidak terlalu tinggi (rendah) maka banyak investor yang tertarik untuk membeli saham tersebut sehingga volume perdagangannya pun akan meningkat karena saham tersebut aktif diperdagangkan. (Susanti et. al 2005).
Ø Pengaruh stock split terhadap frekuensi perdagangan saham  
Frekuensi perdagangan saham adalah berapa kali transaksi jual beli terjadi pada saham yang bersangkutan pada waktu tertentu. Dengan melakukan stock split maka harga saham relatif rendah sehingga transaksi jual beli yang terjadi pada saham yang bersangkutanpun akan meningkat. Dengan frekuensi transaksi perdagangan saham dapat diketahui saham tersebut diminati investor atau tidak (Margaretha Harsono, 2003:179).

Ø Pengaruh stock split terhadap return saham
Dalam penelitian Fatmawati dan Asri (1999)  ditemukan bahwa sesudah stock split harga saham cenderung turun untuk kemudian naik kembali. Sehingga saham yang diperdagangkanpun akan semakin likuid dan diminati oleh para investor. Dengan adanya kenaikan harga saham tersebut maka akan diikuti dengan kenaikan return saham. Hal ini juga menjadi salah satu alasan investor tertarik dengan saham tersebut yang melakukan stock  split.  
Ø Pengaruh stock split terhadap volatilitas harga saham
Menurut Dravis dalam Susanti (2005) terjadinya peningkatan volatilitas harga saham setelah adanya stock split dapat diakibatkan adanya price discretness dan prosentase bid ask spread untuk saham yang bernilai rendah. Lamourex dan Poon dalam Susanti (2005) berpendapat bahwa stock split mengakibatkan kenaikan jumlah transaksi dan saham yang diperdagangkan dimana volatilitas harga saham kemudian meningkat.

No comments:

Post a Comment