ANALISIS TEKNIKAL

Menurut Suad Husnan, (2001), analisis teknikal adalah upaya untuk memperkirakan harga saham (kondisi pasar) dengan mengamati perubahan harga saham tersebut di waktu yang lalu. Pemikiran yang mendasari analisis teknikal adalah bahwa harga saham mencerminkan informasi yang relevan, informasi tersebut ditunjukkan oleh perubahan harga diwaktu yang lalu, dan karenanya perubahan harga saham akan mempunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang.

Harga saham yang tinggi mengindikasikan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham aktif diperdagangkan, maka dealer tidak akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya biaya pemilikan dan pada akhirnya menurunkan nilai bid ask spread.

Analisis Teknikal merupakan satu studi tentang tindakan atau aksi pasar, dengan bantuan grafik-grafik tertentu. Analisis ini dibuat dengan keadaan harga, fluktuasi pasar srta analisis perkiraan (estimasi) dengan menggunakan perhitungan matematis mengenai pergerakan harga di waktu lampau untuk memperkirakan harga di waktu mendatang.

Asumsi-asumsi dalam analisis teknikal
1.       Pasar mempertimbangkan semua persoalan
Para analisis teknikal percaya bahwa semua yang mempengaruhi terhadap harga pasar akan dicerminkan dalam harga tersebut, olehkarna itu studi tentang tindakan atau aksi harga adalah persoalan yang perlu diketahui.
2.       Harga bergerak mengikuti arah aliran
Para analisis teknikal percaya bahwa harga bergerak mengikuti arah aliran tertentu. Selanjutnya para investor dapat saja mengikuti arah aliran yang berlaku sehingga arah aliran tersebut berputar arah.
3.       Sejarah akan berulang
Analisis teknikal akan melihat ataupun menyelidiki psikologi pasar, grafik (chart) digunakan untuk melihat pola (pattern) tertentu yang mungkin berhasil apabila psikologi pasar berada dalam keadaan menaik maupun menurun.

Kelebihan analisi teknikal
Alasan para analisis menggunakan analisis teknikal:
1.    Investasi itu sendiri sudah menjadi satu permainan di dunia
2.    Jangka investasi sudah semakin pendek
3.    Singkat dan lentur analisis teknikal itu sendiri

Metode grafik   (cahrt) dalam analisis teknikal
Alat ulama yang digunakan dalam analisis teknikal adalah berbentuk chart yang digunakan untuk menggambarkan pola pergerakan harga pada waktu yang lalu. Penggunaan chart membuat asumsi bahwa jika pola pergerakan harga yang berbentuk pada saat ini atau akan datang ini menyerupai pola pergerakan harga pada waktu yang lalu, maka kemungkinan besar pola harga pada waktu yang akan datang akan mengukti pola pererakan harga pada waktu yang lalu.
Tiga metode grafik utama yang sering digunakan
  • Chart lajur banyak digunakan oleh pemakai chart, sumbu tegak mewakili harga, dan chart mendatar waktu. Pada chart lajur harian tanda tertentu dibuat untuk menunjukan harga tertinggi, terendah, dan harga penutup pada hari itu. Informasi harga untuk hari-hari berikutnya akan diplot disebelah kanan dari harga hari ini.
  • Chart rata-rata bergerak, merupakan satu metode yang sangat popular untuk meramalkan harga yang digunakna oleh para nalisis teknikal. Chart ini dihitung untuk jangka waktu kapan saja yang diinginkan, cont 3 hari, 5 hari, 10 hari ataupun lebih. Kelebihan netode ini adalah dapat melicinkan (smoot out) pergerakan apa saja yang tidak normal yang mungkin berlaku di antar ahri-hari tertentu.
  • Cahrt titik dan angka (PAF) metode ini memerlukaninformasi intra-hari (informasi harga untuk setiap pardagangan yang berlangsung dalam sehari) yang biasanya tidak di peroleh oleh investor biasa. Chart ini melaporkan harga sepanjang sumbu mendatar tanpa memberi  perhatian pada waktu perdagangan berlangsung.
Teori down

Nama teori ini sesuai dengan nama penemunya yaitu Charles down yang meninggal dunia pada th 1902.
Prinsip-prinsip dasar teori dow
  1. Mempertimbangkan semua persoalan. Hal ini memang benar karene indeks mencerminkan kegiatan pasar secara keseluruhan ataupun kegiatan gabungan para investor.
  2. Pasar mempunyai tiga arah aliran. Dow membagi arah aliran kedalam tiga tahap yang berbeda, yaitu arah aliran utama, arah aliran kedua, dan arah aliran kecil.penekanan utama dow adalah aliran utama yang biasanya berlangsung untuk jangka waktu satu tahun atau lebih.
  3. Arah aliran yang menaik mempunyai tiga fase. Fase pertama yang disebut fase fase pengumpulan, mewakili tindakan pembelian oleh para investor yang percaya ketika berita-berita tentang keadaan ekonomi yang buruk sudah tidak diperhitungkan lagi oleh pasar. Kebanyakan pengikut arah aliran teknikal menyertai pasar pada fase yangkedua. Fase kedua ini berlangsung apabila harga-harga saham mulai meningkat secara tiba-tiba dan laporan-laporan keuangan perdagangan mulai pulih
  4. Arah aliran utama pasar yang menurun mempunyai tiga fase. Fase pertama disebut dengan fase penyabaran (distribution phase). Fase ini pada tahap akhir pasar naik. Kebanyakan para investor yang bepandangan jauh sudah mengharapkan pendapatan perdagangan sudah mencapai tahap yang dianggap tidak normal, oleh karna itu mereka mulai menjual saham-saham yang mereka pegang.
  5. Indek-indek harus saling mendukung satu sama lain. Ini berarti bahwa rata-rata ataupun indek-indek harus melebihi puncak-puncak peringkat kedua sebelum satu pasar menaik yang baru dapat diisyaratkan berlaku.
  6. Volume mendukung arah aliran. Dow mwnganggap volume sebagai faktor yang juga memainkan peranan dalam mendukung isyarat-isyarat yang dihasilkan pada chart harga. Volume harus bergerak pada arah aliran yang sama dengan arah aliran yang utama. Ini berarti, dalam keadaan pasar yang menaik volume semestinya meningkat apabila terjadi reli, dan menurun papabila terdapat pembetulan.
  7. Yang digunakan hanya harga-harga penutup, pemecahan harga secara intra-hari tidak dianggap sah.
  8. Suatu arah aliran itu dianggap masih wujud apabila terdapat sesuatu isyarat yang pasti bahwa ia sydah berubah.

No comments:

Post a Comment